3 Hal Ini Bisa Membantu Ibu Pekerja untuk Mengelola Waktu dengan Baik

Loading...
Sahabat Ummi, kemampuan mengelola waktu, bagi ibu bekerja, merupakan hal penting yang harus dimiliki. Tentu saja, membagi diri untuk keluarga dan karier—yang sama-sama dianggap penting, dalam rentang waktu 24 jam bukan hal yang mudah. Bekerja di kantor saja sudah menghabiskan waktu 8-9 jam, belum lagi ditambah waktu di jalan saat berangkat dan pulang kantor. Itu artinya, hanya tersisa beberapa jam untuk bisa menemani anak sebelum ia tertidur di malam hari—dan sang ibu dalam kondisi lelah, bahkan boleh jadi stres. Tak ayal, perasaan bersalah kerap muncul dalam hati ibu, apalagi jika ternyata ia dituntut untuk lebih lama lagi berkutat dengan pekerjaannya .

Namun, menurut Dwi Estiningsih, S.Psi, M.Psi, Psikolog, kesulitan membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan merupakan hal yang tidak perlu terjadi jika ada perencanaan yang matang sebelum ibu memutuskan berkarier di luar rumah. “Dengan menimbang beberapa hal, ibu bisa memilih dengan tepat pekerjaan dan peran di luar rumah yang sesuai dengan situasi kondisi rumah tangga. Mulai dari jenis pekerjaan, tempat bekerja, lama waktu bekerja, beban kerja, dan sebagainya. “Semua itu harus disesuaikan dengan prioritas utama, yaitu keluarga,” ucap Dwi.

Terkait pekerjaan yang dipilih, Ustadzah Amirotun Nafisah, Al-Hafizhah, menuturkan beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh ibu yang ingin bekerja. Di antaranya, pekerjaannya halal, diizinkan suami, dan tetap bisa menjaga akhlak islami seperti berjilbab serta tidak ikhtilat. “Jika tak sesuai dengan patokan itu, berarti tidak direkomendasikan menurut agama. Jika sesuai, perlu dilihat juga, apakah dengan bekerja itu ibu meninggalkan tugas asasinya sebagai ibu atau tidak,” terang pengajar di STIU Al-Hikmah, Jakarta ini.



3 Hal Penting

Dalam manajamen waktu, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan ibu bekerja, yaitu prioritas pekerjaan, delegasi tugas, dan pemanfaatan teknologi.



>>           Untuk menentukan prioritas, bagi pekerjaan dalam empat kategori, yaitu penting dan mendesak, penting tapi tidak mendesak, tidak penting tapi mendesak, serta tidak penting dan tidak mendesak. Lakukan pekerjaan yang penting dan mendesak terlebih dulu. “Prioritas itu mengenal waktu, sehingga jika pada suatu ketika ada prioritas yang harus didahulukan, maka itu harus segera dikerjakan dengan sebaik mungkin dan tanpa ditunda-tunda agar sesudahnya dapat segera beralih ke tugas-tugas penting yang lain,” ujar Dwi.



>>           Delegasikanlah tugas, sebab tidak semua pekerjaan (terutama di rumah) harus dilakukan oleh ibu. Dengan menakar setiap pekerjaan, ibu akan mengetahui mana pekerjaan yang bisa didelegasikan kepada orang lain. Berbagi peran dengan suami, menurut Dwi, merupakan kunci supaya keluarga tidak terbengkalai. “Tentu saja, semua sudah didiskusikan dan direncanakan dengan matang, berikut antisipasi yang harus dilakukan agar semua berjalan dengan baik.”

Selain itu, di samping mendelegasikan tugas kepada pihak ketiga, misalnya asisten rumah tangga, ibu juga perlu melatih anak untuk lebih mandiri, mulai dari menyiapkan keperluan sekolah sendiri hingga mampu memasak makanan sederhana—untuk anak yang sudah besar. “Jadi, tidak ada yang salah jika ibu terpaksa harus meninggalkan keluarga sementara waktu untuk urusan pekerjaan, asalkan semua hal sudah direncanakan, diantisipasi, dikontrol, dan tetap dalam tanggung jawab ibu,” urai Dwi.



>>           Manfaatkan teknologi untuk membantu ibu memenuhi tanggung jawabnya. Jika sedang tak di rumah, ibu bisa tetap menjalin kedekatan emosi dengan anak, misalnya dengan melakukan video call lewat ponsel pintar. Kehadiran fisik ibu di sisi anak memang penting, namun bukan berarti ibu harus selalu ada di rumah. Sebab, ada pula ibu yang di rumah, tapi tak memperhatikan anak. “Walau tak senantiasa di rumah, ibu tidak meninggalkan tugas asasinya dan tetap dapat memantau anak,” ujar Amirotun.



Terlepas dari itu semua, ibu bekerja juga harus mampu memahami tubuhnya. Jika memang lelah mendera, tak ada salahnya beristirahat agar energi kembali terkumpul. Sebab, kesehatan ibu tetap nomor satu di antara sederet pekerjaan yang harus ibu perhatikan.

Rahmi Rizal

Wawancara: Didi, Yuli


Sumber : http://www.ummi-online.com/3-hal-ini-bisa-membantu-ibu-pekerja-untuk-mengelola-waktu-dengan-baik.html

Diunggulkan

5 Mitos Tentang Rambut Manusia yang Sama Sekali Tidak Benar

Mitos tentang rambut yang merupakan “mahkota” manusia, telah lama ada sedari dulu, dan masyarakat hanya bisa menerima dan mempercayai begi...

Back To Top