Pesan Untukmu yang Nekat Menikahi Wanita dengan Kondisi Finansial Lebih Tinggi

Loading...
bersyukurlah jika menikahi wanita yang berasal dari status sosial tinggi dan kondisi finansial lebih tinggi dari Anda, namun ia bersedia mengikuti standar hidup Anda.

Sekalipun ia biasa makan makanan dua ratus ribu per porsi, setelah menikah dengan Anda, ia rela makan makanan dua puluh ribu per porsi karena mengerti segitulah takaran kemampuan ekonomi Anda. In syaa Allah ia adalah seorang istri shalihah.

Akan tetapi, tidak banyak istri yang demikian. Maka, untukmu para pria yang bersikukuh menikahi wanita yang memiliki status sosial, tingkatan pendidikan, dan kondisi finansial jauh lebih tinggi dari Anda, pertimbangkanlah beberapa hal berikut:

1. Tempatkan diri Anda sebagai dirinya

Seorang wanita yang sedari lahir terbiasa makan makanan berkualitas tinggi, tidak pernah mengerjakan pekerjaan berat, selalu mendapatkan apa yang diinginkan, kamar tidurnya saja seluas rumah tipe 36, kira-kira bisakah dipaksakan untuk tinggal di rumah kontrakan petakan kecil dan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga mulai dari menyapu, mengepel dan menyetrika? Bisa ya, bisa tidak.

Akan tetapi, ibarat memelihara kucing persia, tidak siap memberi makanan kucing berkualitas, bulu-bulunya akan rontok perlahan. Yang salah kucingnya karena suka makanan mahal, atau Anda yang kurang tahu diri memelihara kucing mahalan seperti itu?

2. Bersiaplah dengan tuntutan tinggi

Jangan playing victim! Menganggap istri banyak menuntut, dan Andalah korban tuntutan istri, padahal Andalah yang memang sedari awal memilihnya sebagai pendamping.

Wanita dengan kondisi finansial yang tinggi biasanya sudah terkalibrasi dengan selera tinggi. Beli rumah pun inginnya yang lantai marmer, beli tas pun tidak mau yang harganya di bawah satu juta misalnya. Segelas kopi saja sudah habis lima puluh ribu, belum harga sarapan, makan siang dan makan malamnya.

Jika Anda 'nekat' ingin menikahi wanita yang kondisi finansial keluarganya jauh lebih tinggi dari Anda, berusahalah keras untuk menyesuaikan dengan standar hidupnya, sehingga kehidupan setelah pernikahan baginya tidak terlalu berbeda jauh dengan apa yang biasa difasilitasi oleh orangtuanya.

3. Jangan paksakan istri mengikuti Anda. Bicarakan baik-baik soal nafkah, sebelum menikahinya!

Memang seharusnya istri sadar bahwa surganya ada di bawah kaki suami, ia harus patuh pada suaminya. Tapi sebagai suami juga harus bertanggungjawab karena Andalah pemimpin rumahtangga... Mengapa Anda memilih wanita yang nyata-nyata tidak sanggup Anda nafkahi?

Ibarat perusahaan kecil omzet sepuluh juta sebulan, mengambil karyawan profesional dengan gaji dua belas juta sebulan dengan harapan bisa mengatrol omzet. Tapi salah-salah malah tekor lho. Wajarkah jika perusahaannya marah-marah, kemudian memaksa karyawan profesionalnya itu mau digaji dua juta saja?

4. Lebih tinggi potensi membangkang pada suami

Seorang wanita yang posisi finansial, status, dan pendidikan lebih tinggi dari suaminya, berpotensi besar membangkang pada suaminya. Tidak semua istri bisa seperti Bunda Khadijah binti Khuwailid. Maka pertimbangkan baik-baik sebelum menikahi wanita seperti ini.

Sedangkan Anda, wanita yang sudah terlanjur dinikahi oleh suami yang kondisi finansialnya lebih rendah dari Anda, baca artikel Ummi lainnya yang berisi nasihat agar senantiasa ingat prioritas istri bukanlah karirnya, melainkan ridho suaminya.

Sumber : http://www.ummi-online.com/pesan-untukmu-yang-nekat-menikahi-wanita-dengan-kondisi-finansial-lebih-tinggi.html

Diunggulkan

5 Mitos Tentang Rambut Manusia yang Sama Sekali Tidak Benar

Mitos tentang rambut yang merupakan “mahkota” manusia, telah lama ada sedari dulu, dan masyarakat hanya bisa menerima dan mempercayai begi...

Back To Top