Para Orang Tua Wajib Waspada! Begini Cara Kelompok Pedofil Mencari Korbannya. Jangan Sampai Anak Kita Jadi Korban

Loading...

Belakangan ini, tindak kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur tengah marak terjadi di Tanah Air.

Bahkan kabarnya para pelaku telah memiliki sebuah komunitas di akun media sosial Facebook.

Para pelaku tergabung dalam grup Facebook Official Candy’s Groups.

Melansir TribunManado, terungkapnya akun yang berisikan konten pornografi bermula dari laporan Michelle Dian Lestari beserta teman-temannya yang merupakan ibu rumah tangga.

Kemudian olehnya, grup tersebut dilaporkan ke Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Wahyu Diningrat.

“Akhirnya baru terpikir untuk melaporkan rekan dari polisi. Ternyata ditindaklanjuti dengan cepat,” ujar Michelle.

Tiga hari kemudian, tepatnya tanggal 9 Maret, empat administrator grup tersebut dibekuk oleh polisi. Adapun nama-nama pelaku, diantaranya Wawan (27) asal Malang, Jawa Timur, yang merupakan ketua grup. Kemudian SDWH (16), DS (24), dan DF (17).

Penangkapan para pelaku pun akhirnya menimbulkan banyak fakta mengejutkan. Salah satunya cara mereka ketika mengelabui anak-anak.

Dikutip SuratKabar.id, Jumat (17/3), grub yang dibuat pada tahun 2016 dan sempat menampung 7.479 member itu tak segan membagikan pengalaman mereka untuk menggaet korban yang masih di bawah umur.

Bahkan sejumlah pelaku pedofilia tersebut mengaku telah melakukan hal tak pantas itu selama bertahun-tahun. Dan tak sedikit pula dari mereka yang membagikan tips dan trik untuk mengelabui anak-anak sehingga terbiasa diperlakukan tak pantas oleh mereka.

Sementara, Kapolda Mtero Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan bahwa foto tindak kejahatan terhadap anak, akan diberi upah Rp 15.000 oleh admin.

Foto yang dikirimkan itu sendiri bisa berupa foto bagian tubuh intim anak, atau foto anak yang sedang dicabuli.

“Member harus mengirimkan gambar-gambar yang dia buat melakukan kejahatan seksual dengan anak kecil kepada member lainnya. Kemudian posting video atau gambar porno yang anaknya belum pernah di-upload, jadi ada korban baru,” ungkap Iriawan

Sumber : palingseru.com

Diunggulkan

5 Mitos Tentang Rambut Manusia yang Sama Sekali Tidak Benar

Mitos tentang rambut yang merupakan “mahkota” manusia, telah lama ada sedari dulu, dan masyarakat hanya bisa menerima dan mempercayai begi...

Back To Top