Senin, 13 Februari 2017

Wow Mengejutkan!! Ini Cerita Herayati, Anak Tukang Becak yang Raih IP 4,0 di ITB  FacebookTwitterPinterestWhatsAppMore

Wow Mengejutkan!! Ini Cerita Herayati, Anak Tukang Becak yang Raih IP 4,0 di ITB FacebookTwitterPinterestWhatsAppMore

Baca Juga

 Jakarta - Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Herayati bisa mendapatkan Indeks Prestasi (IP) 4. Mahasiswi jurusan Kimia Fakultasi Matematika dan IPA (FMIPA) ITB semester 6 ini menjadi salah satu yang berprestasi tahun ini.

Hera begitu disapa, mendapatkan nilai sempurna ketika berada di semester 5. Padahal saat itu merupakan semester berat baginya. Mengingat, banyak pelajaran praktik dan juga mengambil mata kuliah tambahan.



Mata kuliah Principia Kimia itu berasal dari program honours (kehormatan) yang diikutinya. Program tersebut dikhususkan bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata.

Cerita Herayati, Anak Tukang Becak yang Raih IP 4,0 di ITBFoto: Dokumentasi pribadi Herayati


"Nggak nyangka sama sekali bisa dapat IP 4 di semester 5. Karena semester 5 ini berat, banyak praktik dan ngambil mata kuliah tambahan juga dari program honours yang saya ikuti," kata Hera kepada detikcom, Minggu (12/2/2017).

Dengan prestasi itu, remaja berusia 19 tahun itu mendapatkan penghargaan dari Dekan FMIPA. Selain itu, langkah Hera untuk mengikuti program unggulan milik FMIPA ITB bernama fast track akan semakin mudah.

Program fast track itu memungkinkannya bisa menyelesaikan kuliah S1 dan S2 dalam kurun waktu hanya 5 tahun saja. Saat berada di semester 7 dan semester 8, Hera bisa mengambil mata kuliah S2.

"Jadi dari program itu, kuliah S2 cuma butuh waktu satu tahun. Karena mulai dicicil saat di S1. Keputusan buat ngambil program itu nanti pas semester 7," ungkap dia.

"Mudah-mudahan pas S2 dapet beasiswa lagi untuk lanjut," menambahkan.

Hera yang merupakan anak tukang becak ini mengaku kunci kesuksesannya meraih nilai sempurna di semester 5 lalu, tak lepas dari ketekukanannya mengikuti perkuliahan selama ini. Selain itu, dia kerap belajar bersama di luar kampus.

"Tapi yang berbeda dari semester-semester sebelumnya, saya lebih meningkatkan ibadah seperti puasa Senin-Kamis, salat dhuha. Lebih mendekatkan diri dengan Allah, dengan beban yang berat ini," kata dia.

"Sejak SMA juga sudah senang dengan pelajaran Kimia, jadi saat kuliah sudah mengenal dasar-dasarnya. Jadi enggak terlalu sulit juga," jelas dia.

Menurutnya salah satu motivasinya untuk terus berprestasi ialah orang tua. Ayahnya yang hanya bekerja sebagai tukang becak, tidak memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Sehingga, ia ingin membanggakan orang tuanya lewat nilai kuliah.

"Motivisanya orang tua. Nilai bagi saya penting untuk membahagiakan orang tua. Selain itu sebagai pertanggungjawaban saya supaya tetap dapet beasiswa dari kampus," tutur dia.

Hera merupakan anak terakhir dari empat bersaudara. Hera tinggal bersama orang tuanya di Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten. Ayah Hera, Sawairi bekerja sebagai tukang becak di lingkungan Rumah Sakit Krakatau Medika, Cilegon.
(erd/dnu)

Sumber : http://www.kabarnetizen.com/2017/02/wow-mengejutkan-ini-cerita-herayati.html

Related Posts

Wow Mengejutkan!! Ini Cerita Herayati, Anak Tukang Becak yang Raih IP 4,0 di ITB FacebookTwitterPinterestWhatsAppMore
4/ 5
Oleh